SELAMAT DATANG DI BLOG INFORMASI SAFETY SAYA

Rabu, 17 September 2014

Amankah Botol Plastik Yang Kamu Gunakan?



Tanda di bawah botol merupakan kode yang dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).
Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berciri-ciri :
1. Berada atau terletak di bagian bawah,
2. Berbentuk segitiga,
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka,
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga.
Berikut arti dari istilah-istilah tersebut :
1. PETE/PET
                                     
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.
Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Bahan PETE ini pun berbahaya bagi pekerja yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung senyawa tersebut.
Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
Mayoritas bahan PETE di dunia digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di dalam pertekstilan, PETE biasa disebut dengan polyester.
2. HDPE
                                                       
Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat dan lain-lain.
Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V/PVC
                                               
Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol.
Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C.
4. LDPE
                                                    
Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic, dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
5. PP
                                                  
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.
Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6. PS
                                                    
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga.
7. OTHER
                                                   
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi dan sikat gigi. Sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC (polycarbonate) dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita (sippy cup), botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng susu formula. Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya, yaitu Bisphenol-A, ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Pemakaian dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave atau dituangi air panas.
Apakah manfaatnya bagi kita mengenali simbol atau angka dalam tanda segitiga?
1. Setelah kita tahu, tentu harus lebih hati-hati dan bijak menggunakan plastik, khususnya kode 7 , 3, 6, dan 7 (PC), yang seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Usahakan untuk menggunakannya sekali. Seperti dikatakan oleh DR. Yadi Haryadi, Msc, sebenarnya botol plastik, khususnya botol plastik PET, bila digunakan secara berulang-ulang tidak menjadi masalah. Syaratnya, setiap akan diisi ulang, botol-botol tersebut harus dicuci bersih dan dikeringkan lebih dahulu.
2. Aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS).
Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Contohnya, di Indonesia misalnya, kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, yang dalam keadaan panas lalu dimasukkan ke kantong plastik kresek hitam. Zat pewarna hitam ini apabila terkena panas bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat-zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan, terutama memicu terjadinya sel kanker. Karena itu, mulai sekarang hindari membungkus makanan dengan kantong kresek, terutama makanan yang masih panas.
3. Pastikan-selalu menggunakan wadah atau kemasan yang berkualitas baik dengan cara selektif dalam memilihnya.
Tips bagi para orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya:
1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
3. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk tempat air putih didalam kulkas). Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di mocrowave oven.

Senin, 08 September 2014

TANGAN ANDA TIDAK DAPAT DIGANTI




Bagaimana perasaan anda jika anda melihat iklan seperti dibawah ini dalam surat kabar?

= DICARI=

“Mesin sebesar saku baju untuk mengenakan / membuka pakaian, mencuci, mencukur dan menyuapi pemiliknya; menulis dengan pena dan pensil, mengemudi, melakukan semua pekerjaan tangan, menjalan semua peralatan supaya pemiliknya memperoleh penghasilan, harus dapat merasakan panas dan dingin, halus dan kasar, sanggup memasang permainan anak-anak, membuka tutup botol, melaukan perbaikan dan pemnersihan rumah, harus dapat menolong pemiliknya dalam mempertahankan diri dan harus dijalankan dengan menggunakan tenaga manusia”  

Iklan seperti ini tidak pernah kita jumpai dalam surat kabar. Iklan tersebut diibaratkan dengan orang yang nekat sehingga secara terus-menerus membiarkan diri bekerja dalam bahaya dan mesin yang dimaksud adalah tangan.

Kebanyakan kita tidak mementingkan tangan kita yang sangat berharga pada saat bekerja. Umumnya orang baru sadar bahwa tangan itu penting setelah tangannya cedera entah luka, patah atau cacat. Demikianpun jari-jari tangan yang begitu besar manfaatnya dalam hidup. Kehilangan salah satu ibu jari akan sangat mempengaruhi kenyamanan orang saat bekerja dan dapat berakibat pada keselamatan pekerja. Begitu pentingnya jari tangan sehingga oleh Standar Nasinonal K3 Indonesia (diadopsi dari ILO) bahwa jari kelingking yang putus akibat kerja sama dengan kehilangan 300 hari kerja.

Jika tangan dan atau jari anda putus maka anda tidak dapat memasang iklan untuk mendapatkan penggantinya meskipun anda punya banyak uang. Semua harta yang anda miliki tidak akan sanggup membeli tangan untuk diganti sehingga semua yang dimiliki menjadi tidak berguna.
Banyak bahaya yang dapat terjadi pada tangan akibat kerja antara lain luka, tergores, patah dan bahkan putus. Bahaya-bahaya tersebut dapat dicegah sejauh kita mengikuti autran keselamatan dan kesehatan kerja.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk melindungi tangan:
1.      Patuhi aturan K3 yang berlaku, dan bekerja sesuai SOP dan Instruksi Kerja yang telah ditetapkan
2.      Pakailah sarung tangan pada saat bekerja khususnya saat menangani bahan berbahaya dan beracun dan pekerjaan lain yang memang diwajibkan memakai sarung tangan.  Akibat kontak langsung antara kulit tangan dan berbahaya dan beracun dapat menyebabkan kulit iritasi, terbakar bahkan sampai merusak jaringn kulit dan tubuh lainnya
3.      Jangan memperbaiki mesin yang sedang bergerak sebab hal sangat berbahaya. Tangan bisa terseret oleh perputaran mesin. 
4.      Jangan menempatkan tangan saat bekerja pada permukaan mesin atau benda tajam
5.      Usahakan untuk memakai baju lengan pendek saat bekerja di daerah yang menggunakan mesin berputar. Kalau memakai baju lengan pendek, maka kancingnya dipastikan dikancing dengan baik.
6.      Simpanlah barang dan perkakas kerja lain dengan baik untuk menghindari jari tangan terjepit saat mengambil barang atau perkakas kerja lainnya

Tangan merupakan salah satu dari semua anggota tubuh yang harus kita jaga dan kita lindungi. Menjaga dan meindungi seluruh anggota tubuh merupakan wujud penghargaan kita terhadap betapa pentingnya ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.   

TATACARA PENGGUNAAN CUTTER / ALAT PEMOTONG KERTAS



Bagi anda yang bekerja di kantor, rasanya anda sudah tidak asing lagi dengan cutter. Saat ini  keberadaan Cutter atau alat pemotong kertas di suatu area perkantoran  sudah tidak dapat terpisahkan lagi  . Cutter sudah menjadi  salah satu  bagian alat tulis kantor / ATK yang sepertinya selalu ada di laci meja, sama seperti dengan peralatan ATK yang lain seperti : strapless,  pelubang kertas, gunting dan trigonal klip.
"Cutter" memiliki beragam bentuk dan ukuran, ada yang besar, sedang, dan kecil. Ada yang berbentuk bulat, panjang atau seperti gantungan kunci. Tapi meskipun memiliki berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, fungsi "cutter" cuma satu, yaitu untuk memotong.
Keberadaan Cutter di kantor memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut:
  • Mudah digunakan.
  • Mudah disimpan.
  • Menggunakan cutter tidak membutuhkan posisi tubuh tertentu.
  • Jika isi "cutter" sudah tidak tajam, isi cutter bisa dipotong-potong sampai habis, dan bila habis bisa diganti dengan isi yang baru. 
Selain itu cutter atau pemotong kertas  juga memiliki beberapa kelemahan yaitu : 
  • Saat memotong diperlukan alas potong
  • Tidak bisa memotong kertas yang terlalu tebal.
  • Kurang baik untuk memotong garis lurus tanpa batuan penggaris.
  • Kurang bagus untuk memotong pola melingkar.

Berikut kami sampaikan beberapa tips agar cutter dapat dipakai dengan aman :

  • Saat akan dipergunakan, pastikan anda memegang cutter pada sisi yang tepat, yaitu memegang pada handle aatau pegangan cutter. 
  • Longgarkan roda atau kait penguncinya  
  • Keluarkan atau julurkan lidah atau mata pisau cutter dengan cara mendorong  guna menggeser pengaitnnya 
  • Jangan mengeluarkan mata / pisau cutter dengan cara menarik mata pisaunya.  
  • Panjang mata pisau cutter yang terjulur disesuaikan dengan kebutuhan dan jangan keluarkan pisau terlalu panjang supaya pisau cutter tidak cepat patah saat dipergunakan memotong kertas. 
  • Kuncilah pengait sebelum anda memulai memotong. 
  • Untuk memotong kertas, sediakan alas yang baik misalnya kaca dengan ketebalan 5mm.  
  • Pergunakan penggaris dari plat logam supaya pisau cutter tidak meleset ketika dipergunakan memotong dan untuk menghasilkan hasil potongan yang lurus dan rapi. 
  • Untuk memotong kertas dalam jumlah banyak, misalkan buku yang ingin dirapikan bagian pinggirnya, maka potonglah secara sedikit demi sedikit. 
  • Jika mata cutter sudah tidak tajam lagi, maka potonglah dengan menggunakan alat pemotong yang telah disediakan dari pabriknya. 
  • Potonglah dengan cara menekukkan cutter ka arah luar, sehingga patahan cutter tidak melenting ke arah badan.
  • Buanglah potongan cutter pada tempat sampah logam agar tidak tidak terinjak .
  • Jika anda telah selesai menggunakan cutter, maka masukkanlah kembali mata cutter dan kunci kembali dengan pengaitnya atau dengan memutar roda penguncinya. 
  • Kemudian simpanlah cutter pada tempat yang telah disediakan yang jauh dari jangkauan anak-anak.


Selanjutnya untuk menghindari cedera :
·         Jangan pergunakan cutter untuk memotong lembaran kayu plywood bila mana anda tidak pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya, karena pada plywood terdapat serat kayu yang dapat membelokkan arah mata cutter ketika cutter dipergunakan. Dan ini dapat mengakibatkan jari tangan / kuku  menjadi teriris atau bahkan dapat melukai anggota badan yang lain.
·         Jangan pula anda mengusap untuk membersihkan bagian tajam dari mata cutter yang terlihat kotor secara langsung tanpa menggunakan kaos tangan atau. Hal ini seringkali dapat melukai jari anda.
·         Jangan gunakan cutter untuk mengungkit atau membuka sekrup atau baut.Sudah seringkali hal ini mengakibatkan kecelakaan yang serius.

KESALAHAN DALAM PENGGUNAAN CUTTER DAPAT MENYEBABKAN ANDA CEDERA. GUNAKANLAH CUTTER HANYA UNTUK MEMOTONG !!